Warta Terkini

==============================================================

Bertempat di Aula lantai 2 SMK Negeri 12, pada hari Sabtu 26 November 2011 diselenggarakan Pelatihan Membuat Web/Blog Pembelajaran yang diikuti oleh segenap pengurus dan anggota MGMP Matematika SMK wilayah Jakarta Utara. Acara ini merupakan pertemuan yang ke tiga kalinya, dimana pertemuan pertama dan keduanya diselenggarakan pada seminggu sebelumnya dan dua minggu sebelumnya. Pada kesempatan itu penyaji materinya dibagi dua, yaitu sesi pagi (08.00 s/d 12.00) dan sesi siang (13.00 s/d 15.00). Berkenan mengisi materi pada sesi pagi adalah Bpk. Koeshariyatmo (dari SMKN 56), dan pada sesi siangnya , materi disampaikan oleh bpk. Anjrah Mintana (dari SMKN 12). Dari Penyelenggaraan pelatihan ini diharapkan agar para guru yang tergabung dalam MGMP Matematika mempunyai blog pribadinya, yang nantinya bisa digunakan sebagai salah satu media pembelajaran di sekolahnya masing-masing ketika mengajar

==============================================================

Presiden Resmikan Lima Perguruan Tinggi

Jayapura (ANTARA) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan lima perguruan tinggi negeri dari gedung Auditorium Universitas Cendrawasih (Uncen) di Abepura, Jayapura, Papua, Senin.

Lima Perguruan Tinggi Negeri yang diresmikan Presiden SBY dari Jayapura itu yakni, Universitas Musamus Merauke, Universitas Borneo Tarakan, Universitas Bangka Belitung, Politeknik Babel dan Politeknik Batam, dimana semua pimpinan perguruan tinggi itu ikut hadir di Uncen dan menyaksikannya.

Peresmian kelima perguruan tinggi itu dilakukan usai memberikan kuliah umum bagi mahasiswa sekaligus membuka pertemuan Badan Eksekutif Mahasiswa se-nusantara ditempat itu.

Peresmian lima perguruan Tinggi Negeri yang baru itu ditandai dengan penandatanganan secara langsung oleh Presiden SBY, lima buah prasasti yang disaksikan seluruh rombongan dan undangan serta para pimpinan BEM se-nusantara yang hadir.

Satu hal yang cukup mengesankan adalah, lokasi seluruh perguruan tinggi yang baru diresmikan itu berada di wilayah perbatasan Negara.

Presiden SBY dalam sambutannya mengatakan, peresmian lima buah Perguruan tinggi Negeri yang baru ini adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan yang menjadi salah satu faktor utama kemajuan bangsa.

“Sekaligus akan menjadi sarana peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi masyarakat didaerah perbatasan yang menjadi lokasi Perguruan Tinggi itu sendiri,” ujarnya.

Presiden SBY menjelaskan, pendidikan adalah modal dasar dari kemajuan dan perkembangan suatu bangsa kearah yang lebih baik. Dia mencontohkan Negara Korea Selatan yang pada lima tahun lalu masih tergolong sebagai Negara berkembang, tetapi saat ini sudah berstatus sebagai negara maju.

“Itu semua karena kemajuan pendidikan disana. Berhasil menciptakan SDM berkualitas dan andal serta mampu bersaing dan membangun negaranya,” jelas SBY.

Sementara Menteri Pendidikan Nasional, Mochammad Nuh mengatakan, semua perguruan tinggi yang baru diresmikan itu, harus mengingat kalau Uncen yang menjadi tempat peresmiannya, sehingga kedepannya harus selalu ada saling koordinasi dan kerja sama antar perguruan tinggi dimaksud.

Turut mendampingi presiden dalam kuliah umum itu, antara lain Ibu Ani Yudhoyono, Menko Kesra Agung Laksono, Mendagri Gamawan Fauzi, Menkeu Agus Martowardojo, Mentan Suswono, Mensesneg Sudi Silalahi, Mendiknas Muhamad Nuh, Seskab Dipo Alam, Panglima TNI Agus Suhartono dan Kapolri Timur Pradopo.

==============================================================

Macan Merapi Berkeliaran di Kampung

AntaraSelasa, 16 November 2010

Magelang (ANTARA) – Macan dari lereng Gunung Merapi terlihat berkeliaran Dusun Karanganyar, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sejak dua malam lalu.

“Sudah dua malam berturut-turut kami mengetahui ada tanda-tanda kehadiran macan di kampung kami,” kata Kepala Dusun Karanganyar, Kemis (47) di Magelang, Senin.

Ia menyatakan memastikan suara binatang pada Kamis (13/11) dan Jumat (14/11) malam itu adalah macan.

Bahkan, katanya, pada Kamis (13/11) malam dirinya sempat menyorotkan lampu senter kepada seekor macan di dekat kandang ternak seorang warga setempat saat dirinya ronda.

Sebagian besar warga dusun setempat, sekitar enam kilometer barat puncak Gunung Merapi itu hingga saat ini masih berada di berbagai penampungan pengungsi untuk menghindari jatuhnya korban akibat letusan susulan gunung berapi di perbatasan antara Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta itu.

Ia mengatakan, jumlah warga setempat sebanyak 45 kepala keluarga atau 130 jiwa. Selama terjadi letusan Merapi sejak 26 Oktober 2010 hingga saat ini, sekitar 10 warga terutama laki-laki masih bertahan di dusun setempat, sedangkan lainnya terutama perempuan, anak-anak, dan orang lanjut usia berada di pengungsian terutama di Muntilan.

“Saya tahu persis kalau itu adalah macan, ada tutulnya, kira-kira sebesar kambing,” katanya.

Saat dirinya menyoroti macan itu dengan senter, katanya, binatang buas itu kemudian berjalan perlahan-lahan meninggalkan kandang ternak warga setempat. “Kami prinsipnya yang penting tidak mengganggu,” katanya.

Ia mengatakan, pada Jumat (14/11) malam lenguhan macan itu didengar sejumlah warga setempat.

“Tetapi yang Jumat (14/11) malam, kami tidak mendekati suara itu, hanya mendengar suaranya, tetapi kami pastikan itu adalah macan,” katanya.

Ia menyatakan bisa membedakan antara lenguhan macan dengan binatang lainnya.

Kemungkinan, katanya, di kawasan yang lebih tinggi dari dusun setempat, macan itu sudah tidak mendapatkan makanan karena dampak letusan Merapi. “Sehingga binatang itu turun ke kampung kami,” katanya.

Sekitar dua bulan sebelum letusan pertama Merapi (26/10) petang, katanya, dirinya juga melihat seekor macan tutul berkeliaran di areal pertanian warga setempat.

Warga setempat lainnya, Surandi (70), mengaku, mendengar lenguhan macan itu pada Jumat (14/11) malam.

“Malam itu, kami yang berjaga di kampung sengja tidak mendekati sumber suara itu, tetapi itu adalah suara macan,” katanya.

==============================================================

Mantan Ratu India Hidup dalam Kemiskinan

Liputan 6 Minggu, 14 November 2010

Liputan6.com, Sattur: Hidup dalam kemiskinan. Itulah yang kini dijalani Appamma Kajjallappa, istri ketiga Raja Venkateswara Ettappa, penguasa di Virudhunagar, India. Bersama anaknya, dia rela hidup di sebuah gubuk dan berjuang keras untuk mendapatkan sesuap nasi.

Lho, memang ke mana harta benda peninggalan suaminya “Sudah saya sumbangkan ke rakyat,” kata Appama, baru-baru ini. Bahkan, istana peninggalan juga sudah berubah menjadi sebuah sekolah demi memenuhi permintaan rakyat.

“Anggota keluarga kami sangat murah hati. Kami menyumbangkan segalanya demi kejehateraan desa. Itulah yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin,” tambah Appama.

Appama menambahkan, “Mungkin dulu saya adalah seorang ratu, tapi kini saya bukan siapa-siapa lagi. Kami sangat miskin.”

Beberapa penduduk desa merasa iba dengan nasib ratu mereka. Sebenarnya, Appamma bekerja di kuil saat ada perayaan ataupun persembahan. Namun, setiap kali penduduk ingin memberikan sesuatu, Appama selalu menolak. Ia beranggapan melayani kuil suci merupakan suatu kehormatan bagi dirinya.(Bernama/DES/ULF)

==============================================================

Aung San Suu Kyi Bebas

Tempo Minggu, 14 November 2010

TEMPO Interaktif, Bangkok – Pemimpin pro-demokrasi Burma Aung San Suu Kyi bebas dari status tahanan rumah, Sabtu (13/11). Dia disambut ratusan pendukungnya di  pintu rumahnya setelah tujuh tahun berada dalam status tahanan rumah.

»Kami harus terus berjuang bersama untuk mencapai tujuan kami,” ujar Suu Kyi kepada ratusan pendukungnya seperti ditirukan saksi mata.

Peraih Nobel Perdamaian tersebut menghabiskan 15 tahun dalam 21 tahun terakhir di tahanan rumah. Belum ada komentar resmi mengenai pembebasan Suu Kyi dari partai pendukung Suu Kyi, Partai Liga Nasional untuk Demokrasi,  maupun junta militer Burma.

Hukuman tahanan rumah terakhir dijatuhkan pada Agustus lalu setelah pengadilan memvonisnya melanggar hukum karena membiarkan seorang warga Amerika menginap di rumahnya selama dua malam.

Sepanjang masa penahanannya, putri pahlawan kemerdekaan Burma itu pernah menghirup udara bebas pada 2002. Tapi itu tak lama. Pada 2003 ia kembali menjadi tahanan rumah. Anaknya, yang menetap di London, tak pernah bisa menemui dia selama 10 tahun terakhir karena junta militer selalu menolak visanya.

1 Komentar (+add yours?)

  1. Trackback: Anjrah Mintana's Personal Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: